
Serpong, propertyandthecity.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada hari Senin, 21 April 2025, Paramount Land menghadirkan area komersial baru di Gading Serpong bertajuk ‘Maxim Square’, berlokasi di Victoria Central District, sebuah kawasan komersial seluas 6 hektare di wilayah emas Gading Serpong yang telah matang dan sangat ramai.
Hadir sebagai pembicara pada acara Product Knowledge Maxim Square di Atria Hotel Gading Serpong (21/4), Roy N. Mandey, Ketua Umum Afiliasi Global Ritel Indonesia, mengajak masyarakat untuk tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada tahun 2025, terutama sektor properti.
Dalam keterangan resminya yang diterima redaksi propertyandthecity.com, Jakarta, (23/04/2025), Roy menjelaskan bahwa saat ini, “Dunia sedang dibayang-bayangi gejolak ketidakpastian global karena berbagai hal, dari perang tarif hingga dinamika politik yang tidak menentu, di mana hal ini menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam membeli barang. Meskipun demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan positif pada ekonomi Indonesia tahun 2024 sebesar 5,03% c-to-c, kedua tertinggi di antara negara G20.”
Lebih lanjut Roy mengatakan bahwa sektor properti diproyeksikan tetap tumbuh stabil tahun 2025, di mana investasi properti pada sektor residensial dan komersial diprekdisi tumbuh 15-18% yoy pada 2025. Dan ini mampu berkontribusi terhadap PDB meningkat dari 10% pada 2024, menjadi 11,5 % pada 2025.
“KPR juga diprediksi tumbuh sebesar 20% yoy didorong suku bunga stabil, kemudahan kredit, dan insentif pemerintah. Didukung oleh penurunan harga properti tahunan secara nasional, tahun 2025 menjadi momentum yang tepat untuk membeli properti, baik residensial maupun komersial,” ungkapnya.
M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, mengungkapkan juga bahwa di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi ini, tentunya masyarakat perlu ektra berhati-hati dalam membuat keputusan untuk berinvestasi properti pada produk yang tepat. Oleh karena itu, Paramount Land selalu menghadirkan layanan penjualan end-to-end, di mana pihaknya selalu memastikan keberhasilan dan keberlangsungan produk komersial yang dibangun dan dipasarkan, serta memiliki value yang terus meningkat.
“Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi juga ekosistem bisnis yang menjadi pusat ekonomi baru secara jangka panjang, seperti yang telah terbukti dari kesuksesan kawasan-kawasan bisnis Paramount Gading Serpong, yakni Pisa Grande, Maggiore, Aniva, Manhattan District, Hampton, dan lainnya,” terangnya.
Baca Juga: Nusantara: Indonesia Finest Today, Experience Asia’s Future. Let’s Go!
“Kami mencatat setidaknya ada delapan titik CBD di Gading Serpong yang merupakan pusat keramaikan dan meeting point di Gading Serpong, yaitu: Bundaran Gading Serpong, Bundaran Paramount Plaza, Simpang BEZ Plaza, Kawasan Pisa Grande, Simpang Pasadena, Simpang Maggiore Business Loft, dan Jalan Tembus GS-BSD. Titik ke-8 adalah Simpang Bethsaida Hospital, di mana produk komersial terbaru Maxim Square akan dibangun,” jelasnya lebih lanjut.
Chrissandy Dave, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, menambahkan terkait pertumbuhan Kota Gading Serpong yang sangat masif dan cepat, kapasitas bank tanah atau land bank di Gading Serpong semakin terbatas, yang menyebabkan value kota semakin tinggi.
Dengan total lahan hanya 6 hektare di tengah Kota Gading Serpong, Victoria Central District menawarkan keunggulan yang tidak ada di tempat lainnya, seperti captive market yang sudah sangat matang dan lokasi yang sangat strategis, dikelilingi pusat kegiatan masyarakat, seperti Bethsaida Hospital, SOHO Office Park, Pasar Modern Paramount, hotel, bank, universitas, sekolah, kawasan komersial, dan lebih dari 20 klaster yang telah terhuni dan hidup.
“Sekarang ada yang baru, Maxim Square, yakni produk komersial pertama di Victoria Central District. Lokasinya tepat menghadap jalan utama Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 yang dilewati 15.000 kendaraan/ jam, sekaligus merupakan akses utama yang menghubungkan sisi utara dan selatan Gading Serpong,” ujar Chrissandy Dave dalam kesempatan yang sama.
Chrissandy Dave mengatakan, seperti kawasan bisnis lain yang dikembangkan Paramount Land, Victoria Central District dikembangkan layaknya sebuah mal atau pusat perbelanjaan, di mana setiap elemen dirancang secara cermat sehingga kawasan ini dapat tumbuh sebagai ekosistem baru, bukan hanya tempat untuk bertransaksi jual-beli, tetapi juga mengadakan beragam event dan kegiatan yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Hal ini juga diperjelas oleh Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, yang mengatakan bahwa Maxim Square memiliki eksposur yang sangat tinggi ke arah jalan utama Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45. Hal ini menjadi keunggulan utama pada tipe Studio Loft yakni penyematan fitur videotron ready pada fasad gedung bagian atas sebagai media interaksi dan komunikasi pemilik usaha.
Dari sisi bangunan, Maxim Square dirancang dengan konsep multi tenancy dengan lift dan tangga di area depan, memungkinkan lebih dari satu tenant beroperasi pada lantai yang berbeda di satu gedung. Pada lantai atas terdapat area skyview lounge untuk berbagai kegiatan yang memerlukan aktivitas ruang terbuka.
Untuk tipe Studio Loft tersedia pilihan ukuran bangunan L7x18, L8x16, dan L8x20 dengan 4 lantai untuk mengakomodasi berbagai bentuk usaha. Konsumen juga dapat memilih tipe Reguler 3 lantai dengan pilihan ukuran bangunan yakni, L5x12 (Reguler), L5x13 (Reguler Double Facade), dan L5x19 (Reguler Double Facade Alfresco).
Baca Juga: Kementerian PKP Gandeng Unhan Bangun 35 Rumah Panggung Gratis untuk Warga Pesisir
“Maxim Square dibuat tanpa boomgate system sehingga dapat diakses dari semua sisi, dengan akses pejalan kaki yang nyaman dan terkoneksi dengan area SOHO Office Park dan Victoria Central District. Bangunan didesain dengan konsep ultra modern office melalui penggunaan kaca, decorative panel, dan dominasi warna gelap yang elegan,” pungkasnya.
Sebagai info, Maxim Square tahap 1 dipasarkan sebanyak 16 unit dengan harga mulai dari Rp 3,6 miliaran (Reguler) dan Rp 10,3 miliaran (Studio Loft). Setiap unit dilengkapi fitur seperti lift (Studio Loft), AC di setiap lantai, IP CCTV, dan Free IPKL 12 bulan. Tersedia cara pembayaran yang beragam, yakni Supercash, Tunai Keras = KPR DP 15% 6x, dan Tunai Keras = Tunai Bertahap Tanpa Dp 18x. (*)

Artikel ini Disadur Dari Berita : https://propertyandthecity.com/maxim-square-victoria-central-district-komersial-baru-dengan-fitur-videotron-pertama-di-gading-serpong/