USNI Gelar Wisuda ke-29, Tekankan Makna Berkarya untuk Dunia

Nasional7 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menggelar Wisuda ke-29 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Sebuah momentum bersejarah bagi 301 lulusan, terdiri dari 285 Sarjana dan 16 Magister, yang resmi menuntaskan perjalanan akademik mereka. Tahun ini, USNI mengangkat tema “Menjadi Versi Terbaik Diri, Bermakna dan Berkarya untuk Dunia,” yang mengisi seluruh rangkaian acara.

Dalam sambutannya, Rektor USNI, Dr. Sihar P.H. Sitorus, menegaskan tema wisuda tahun ini memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan zaman. Ia menyebut tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata bermuatan motivasi.

“Tema wisuda ini bukan hanya slogan, tetapi ajakan moral. Bermakna berarti memberi manfaat bagi banyak pihak, dan berkarya adalah cara mengubah ilmu menjadi solusi, inovasi, dan kontribusi nyata,” ujar Rektor.

Dia menambahkan, dunia kerja menuntut kompetensi lebih dari sekadar kelengkapan administratif. “Dunia kerja kini menuntut lebih dari sekadar ijazah. Ia menuntut kompetensi, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Rektor menjelaskan, USNI terus memperkuat kurikulum berbasis Outcome-Based Education, mengembangkan program Kampus Berdampak, serta memperluas kolaborasi dengan dunia industri agar lulusan semakin relevan dan siap berkompetisi secara global tanpa melupakan nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga : Gelar Mantap Mendengar, Bank Mandiri Taspen Bagikan Alat Bantu Dengar Untuk Lansia

Selaras dengan pandangan tersebut, Ketua Tim Kerja Anti Dosa Pendidikan dan Integritas Akademik (ADIA) LLDikti Wilayah III, Taufan Setyo Pranggono, yang hadir mewakili Kepala LLDikti Wilayah III, menilai tema wisuda USNI mencerminkan semangat yang dibutuhkan generasi muda menghadapi tantangan global.

“Tema ini bukan sekadar motivasi, melainkan sebuah panggilan tugas. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, USNI mengajak lulusannya untuk tidak sekadar hadir, tetapi memberikan makna,” ungkapnya.

READ  IKN Sementara Untuk Seremonial Sudjatmiko Saranin Anggota DPR Tetap Ngantor Di Jakarta

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja menuntut lulusan yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan terus mengembangkan diri. Ia menekankan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat sebagai kompetensi dasar lulusan masa kini.

“Menjadi versi terbaik diri adalah proses, bukan hasil akhir. Ijazah yang Saudara genggam hari ini adalah validasi kompetensi akademik. Namun, ujian kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai. Dunia terus bergerak dengan kecepatan eksponensial, dan Saudara harus siap belajar, beradaptasi, dan bertumbuh,” tambahnya.

Prosesi berlanjut dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah Wisudawan Terbaik dari tiap program studi. Selain penghargaan akademik, USNI juga menyerahkan beasiswa Magister kepada lulusan berprestasi sebagai dukungan pendidikan lanjutan dan pembentukan calon pemimpin masa depan.

Baca juga : Kapolri Pesan, Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kehadiran Cinta Laura Kiehl sebagai commencement speaker. Aktris dan aktivis pendidikan tersebut untuk pertama kalinya didapuk sebagai pembicara utama wisuda sebuah perguruan tinggi, menjadikan momentum ini istimewa bagi USNI.

Dalam pidatonya, Cinta Laura menyampaikan pesan kuat tentang keberanian menghadapi ketidakpastian hidup. “Kita sering takut pada hal-hal yang belum terjadi dan ragu mengambil keputusan. Padahal hidup selalu memberi dua pilihan: tenggelam atau berenang. Apa pun yang terjadi dan ke mana pun arus membawa, pilihlah untuk terus berenang karena dengan itu, kita pasti akan terus berprogres,” ujarnya.

Cinta Laura menambahkan pandangannya mengenai dunia pascakelulusan. Ia mengajak para wisudawan untuk berani melangkah dan tidak takut memasuki fase baru yang penuh dinamika.

“Selagi muda, ambillah lebih banyak risiko, entah memulai usaha atau bekerja di perusahaan, semuanya baik. Kita tidak bisa menjadi pemimpin yang baik tanpa pernah merasakan dipimpin. Karena itu, nikmatilah proses belajar dari pengalaman dan bimbingan orang lain,” katanya.

READ  Muktamar X, DPW PPP NTB Deklarasi Dukung Penuh Mardiono Jadi Ketum

Ia mengingatkan bahwa kenyamanan tidak selalu hadir di awal karier. Fase awal perjalanan profesional sering menuntut keberanian menerima tekanan dan proses yang tidak mudah.

Baca juga : RUPSLB Garuda, Memastikan Penyehatan Maskapai Secara Terukur

Work-life balance tidak selalu 50:50, terutama saat masih muda. Kadang kita perlu berkorban untuk mencapai tujuan. Proses itulah yang membuat kita lebih adaptif, kreatif, dan mampu menemukan solusi dalam tantangan hidup,” jelasnya.

Di akhir prosesi, Rektor USNI kembali menegaskan pentingnya menjaga nama almamater dalam perjalanan profesional para lulusan. Ia mendorong para lulusan tetap terhubung melalui ILUSNI sebagai jejaring alumni yang akan memperkuat posisi USNI di masa depan.

Rangkaian Wisuda ke-29 USNI ditutup dengan suasana haru dan kebanggaan. Bagi ratusan lulusan yang meninggalkan auditorium dengan toga dan ijazah di tangan, hari itu menandai berakhirnya satu fase dan dimulainya perjalanan baru yang menuntut keberanian, ketekunan, dan komitmen untuk terus menjadi versi terbaik diri dalam membangun masa depan bangsa.


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *