UI-KONI Susun Peta Jalan Diplomasi Olahraga Menuju Indonesia Emas 2045

Nasional16 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional mendapat momentum baru lewat seminar “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi” yang digelar kolaborasi Pusat Studi Strategik Diplomasi dan Industri Olahraga Center for Strategic and Global Studies Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PSSDIO CSGS SPPB UI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Kegiatan yang berlangsung 1 Desember 2025 ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk mengulas tantangan dan peluang Indonesia menuju kekuatan olahraga dunia pada 2045.

Wakil Direktur SPPB UI, Mauren Pomsar Lumban Toruan, menegaskan Universitas Indonesia melalui Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan sangat peduli pada kemajuan olahraga nasional. Karena itu, sejak setahun lalu UI membentuk PSSDIO sebagai pusat studi strategik diplomasi dan industri olahraga untuk membantu pihak-pihak yang ingin memajukan olahraga, terutama KONI.

“Untuk meningkatkan diplomasi dan industri olahraga, kita perlu kerja sama dengan KONI dan seluruh pemangku kepentingan. UI harus menjadi pusat pengembangan olahraga nasional. UI juga sering mengadakan kejuaraan olahraga sebagai bentuk antusiasme kami memajukan olahraga,” ujar Mauren.

Ketua CSGS UI, Shobichatul Aminah, menilai pusat riset diplomasi dan industri olahraga belum ada di Indonesia, padahal kebutuhan kajian sangat mendesak.

Baca juga : UP Wisuda 1.465 Lulusan, Mantapkan Integritas Menuju Indonesia Emas

“Kami dari akademisi memunculkan pusat riset terkait manajemen olahraga, karena ada yang salah dalam olahraga kita, seperti kasus Kanjuruhan. Belum ada yang serius mengkaji manajemen olahraga, manajemen event, dan standar kompetensi tenaga kerja di olahraga,” ujarnya.

Karena itu, Shobichatul membentuk PSSDIO yang diharapkan dapat bekerja sama erat dengan KONI dalam memajukan diplomasi dan industri olahraga. Dia menegaskan, kerja sama jangan berhenti di atas meja. Harus diwujudkan dalam riset, pendidikan, dan kegiatan nyata untuk memajukan olahraga.

READ  Telkomsel Perluas Layanan Hyper 5G di Makassar Operasikan 73 BTS

“Saya bukan ahli olahraga, tapi saya concern karena ini peer. Membicarakan ini harus ada teori yang riil,” ucapnya.

Ketua PSSDIO UI, Uden Kusuma Wijaya, menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama KONI. Menurutnya, banyak kamuflase di dunia olahraga harus dibenahi lewat riset dan analisis mendalam.

Baca juga : Airlangga Pede Ekonomi Indonesia Makin Moncer

“Kunci kemajuan olahraga adalah sport industry yang harus dikelola secara industri. Saat menjadi staf ahli di Kementerian Pemuda dan Olahraga, saya melihat mantan atlet nasional sampai menggadaikan medali untuk hidup. Ini dampak kebijakan yang harus kita ubah,” ujarnya.

Ia menegaskan, atlet harus dihargai saat masih aktif maupun setelah pensiun. “Mereka harus dikelola dengan baik dari sisi ekonomi dan dikembangkan secara personal. Ketika sudah tidak jadi atlet, kebutuhan ekonomi mereka seharusnya tetap tercukupi,” tambah Uden.

Sebagai lembaga studi, PSSDIO akan menyusun kajian dan naskah akademik demi kemajuan dunia olahraga, khususnya kesejahteraan atlet. “Jangan sampai setelah mereka berprestasi, mereka justru terabaikan,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, menyambut baik inisiatif UI dalam memajukan diplomasi dan industri olahraga. Ia menilai kajian akademis sangat dibutuhkan KONI sebagai lembaga tinggi olahraga Indonesia.

Baca juga : Tim Utama Siap Geber Kekuatan Penuh di Daihatsu Indonesia Masters 2026

“Kami sadar lingkungan akademisi tidak bisa kami tinggalkan. Indonesia pernah menguasai Asia Tenggara pada 1997. Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret karena UI akan banyak berkontribusi pada diplomasi dan industri olahraga prestasi,” katanya.

Seminar yang digelar di Gedung Apung Perpustakaan UI dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas “Sport Diplomacy & Industry Landscape” dengan narasumber Uden Kusuma Wijaya, Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, dan Mufidi dari SM School of Sport Management.

READ  BRI Liga 1 Maung Bandung Langsung Fokus Hadapi Malut United

Sesi kedua membahas “Kesejahteraan Atlet (Welfare Athlete)” menghadirkan Staf Khusus KONI Pusat Shadik Algadri, perwakilan Bidang Usaha dan Kerja Sama KONI Pusat Anjar Nugraha, serta praktisi industri Muhamad Budi Negoro.


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *