Tawarkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I, Bank Mandiri Bidik Rp 5 T

Nasional22 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi membuka penawaran awal Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 (Sustainability Bond) dengan target penerbitan sebesar Rp 5 triliun.

Aksi korporasi ini menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan, menghadirkan diferensiasi pengelolaan likuiditas, serta memperluas ruang intermediasi bagi pembiayaan strategis dan berkelanjutan.

“Melalui penerbitan ini, Bank Mandiri menargetkan perluasan kapasitas pembiayaan yang memberi nilai tambah bagi perekonomian sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ujar Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Ari menjelaskan, penerbitan instrumen berkelanjutan tersebut merupakan komitmen perseroan untuk memperkuat praktik pembiayaan yang sejalan dengan agenda transisi dan keberlanjutan nasional. Instrumen ini disusun agar relevan dengan kebutuhan transformasi ekonomi dan memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Jangkau Korban Terisolasi Banjir, Polri Turunkan Bantuan dari Udara di Sumut

“Dengan sinergi yang tepat, kami ingin memastikan pertumbuhan bisnis sejalan dengan keberlanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Dana hasil penawaran umum—setelah dikurangi biaya emisi—akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek-proyek yang sesuai dengan Kerangka Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Berwawasan Sosial.

Ari menambahkan, kebutuhan pendanaan berkelanjutan terus meningkat seiring pergeseran praktik bisnis menuju standar ESG yang lebih ketat. Penerbitan obligasi ini diharapkan memperluas kapasitas pembiayaan hijau dan sosial serta memperkuat likuiditas intermediasi agar pembiayaan strategis tumbuh lebih inklusif dan adaptif.

Obligasi akan diterbitkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga tetap dan tenor masing-masing 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan melalui KSEI, dengan distribusi awal dijadwalkan pada 19 Desember 2025.

READ  Menko Pangan Beberkan Poin Penting Rakor MBG, SPPG Bermasalah Ditutup Sementara

Baca juga : Pertagas Salurkan Bantuan Sarana Pendidikan & Tempat Ibadah

Penawaran awal berlangsung pada 28 November—4 Desember 2025. Masa penawaran umum dijadwalkan 15—16 Desember 2025, dilanjutkan penjatahan 17 Desember 2025 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 22 Desember 2025.

Instrumen ini telah memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo, mencerminkan kualitas aset dan profil risiko Bank Mandiri yang solid. Perseroan menilai minat investor terhadap instrumen berkelanjutan terus meningkat sejalan dengan ekspansi pembiayaan hijau dan sosial di berbagai sektor.

“Dengan penerbitan ini, Bank Mandiri semakin menegaskan posisi sebagai motor intermediasi yang mendukung pembiayaan strategis dan berkelanjutan,” kata Ari.

Bank Mandiri berharap dana yang dihimpun dapat terserap optimal dalam satu tahun sesuai ketentuan POJK 18/2023 sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas serta memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional.

Baca juga : LPPM Trisakti Dorong Inovasi Berkelanjutan Melalui PkM Multi Disiplin di Ciambar

“Setiap keputusan strategis di Bank Mandiri harus menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan memperkuat momentum pertumbuhan yang inklusif,” ujarnya.


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *