Prioritas Saat Ini, Pengiriman Bantuan

Nasional21 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Prabowo mengingatkan pentingnya solidaritas nasional. Prabowo juga memastikan prioritas Pemerintah saat ini adalah mengirim bantuan semaksimal mungkin kepada para korban. 

Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Kepresidenan, Senin (1/12/2025) pukul 06.00 WIB. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Tapanuli Utara (Taput), Sumut.

Sampai di lokasi, Prabowo langsung meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah dan gangguan layanan dasar. Prabowo berkeliling mengecek kondisi dari Tapanuli Utara sampai Tapanuli Tengah.

Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk segera mengirimkan bantuan, baik logistik maupun BBM, terutama kepada daerah yang masih terisolir. “Prioritas kita bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang diperlukan, terutama BBM yang sangat penting,” ucap Kepala Negara.

Berbagai moda transportasi untuk pengiriman bantuan dikerahkan. Dari jalur laut, kapal berkapasitas besar kini dapat merapat di Pelabuhan Sibolga. Dari jalur udara, pesawat pembawa bantuan juga terus hilir mudik.

Baca juga : Komitmen Pemerintah Di Wilayah Bencana: Rumah Diperbaiki, Jembatan Dibangun

“Hercules terus kita kerahkan tiap hari untuk beberapa titik yang bisa didaratkan. Listrik sebentar lagi bisa dibuka semuanya,” terangnya.

Prabowo menyadari, kondisi alam yang ekstrem menyebabkan sejumlah jalur distribusi dan akses darat masih terputus. Namun, Pemerintah memastikan percepatan pemulihan terus dilakukan. “Kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan di lapangan,” imbuhnya.

Dari Tapanuli Tengah, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Medan, Sumut. Pesawat Kepresidenan terbang dari Bandara Raja Sisingamangaraja XII pada pukul 09.45 WIB menuju Bandara Kualanamu, Medan.

Dari Medan ke Aceh, Lalu ke Padang

Dari Medan, Prabowo naik helikopter Super Puma terbang menuju Bandara Alas Leuser, Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Desa Kutacane, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara—lokasi yang paling parah terdampak banjir.

READ  Langkah Perpusnas Lestarikan dan Manfaatkan Naskah Kuno Nusantara

Di hadapan para warga, Prabowo menegaskan, prioritas Pemerintah memperbaiki gedung sekolah dan berbagai sarana prasarana desa yang terdampak banjir. “Sebelumnya, saya sudah mengalokasikan anggaran untuk fasilitas dan prasarana di desa-desa dan kabupaten. Alhamdulillah, kita punya anggarannya,” terang Prabowo. 

Baca juga : Banjir Sumatera Ulah Manusia, Bukan Karena Alam Semata

Dari Aceh, Prabowo bergerak ke Padang Pariaman, Sumatera Barat. Di sini, Prabowo kembali memastikan akan mengirimkan bantuan semaksimal mungkin untuk para korban bencana. 

“Beberapa kabupaten belum bisa tembus dari darat, tapi sudah bisa kita datangi dari udara, dari helikopter, pesawat. Di Aceh pun demikian,” jelasnya.

Prabowo menegaskan, negara tidak akan membiarkan rakyat menghadapi masa sulit seorang diri. “Kita semua satu keluarga besar, kita tidak akan membiarkan saudara-saudara sendiri memikul beban,” ucapnya.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan bencana senilai Rp 19,09 miliar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor. Bantuan itu disalurkan melalui Gudang Kementerian Sosial, sentra, dan dinas sosial setempat. Bentuknya berupa logistik bufferstock dan bahan natura dapur umum.

Total yang sudah diterima di Aceh senilai Rp 3,14 miliar. Berupa 3.450 paket makanan siap saji, 1.440 makanan anak, 400 paket lauk pauk, 570 lembar kasur, 3.450 selimut, 1.410 paket family kit, 308 paket kids ware, dan 220 sandang dewasa. Kemudian, 350 tenda gulung, 30 tenda keluarga portable, dan 30 tenda serbaguna. Bantuan tersebut menjangkau Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Pidie Jaya.

Baca juga : Gus Yahya Galang Kekuatan, Kiai Miftah Siapkan Muktamar

Untuk Sumut, total bantuan yang sudah diterima sebanyak Rp 7,80 miliar. Bantuan mencakup 28.280 makanan siap saji, 3.000 paket makanan anak, 2.000 paket lauk pauk siap saji, 2.800 family kit, 2.140 kids ware, 500 sandang dewasa, 5.300 sandang anak, 1.464 lembar kasur, 3.968 selimut, 1.900 tenda gulung, 14 tenda serbaguna, 200 dus mie instan dan 400 dus air mineral. Terdapat tujuh titik bantuan meliputi Tapteng, Mandailing Natal, Sibolga, Taput, Langkat, dan Tapanuli Selatan, dan Sentra Bahagia Medan yang menjangkau wilayah provinsi.

READ  Korban Jiwa Banjir Texas Bertambah Jadi 27, Trump Pastikan Negara Hadir

Untuk Sumbar, bantuan yang disalurkan mencapai Rp 3,64 miliar, meliputi empat titik yakni Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar (wilayah provinsi). Bantuannya terdiri dari 4,4 ton beras reguler, 5.758 makanan siap saji, 3.640 makanan anak, 1.180 family kit, 850 kids ware, 1.235 kasur, 1.225 selimut, 1.230 tenda gulung, 40 tenda keluarga, 10 tenda serbaguna, 10 lampu emergency portable, dan 3 unit dapur umum lapangan.

Selain logistik, Kemensos memproses bantuan bahan natura melalui dapur umum dan dapur mandiri senilai sekitar Rp 4,5 miliar. Untuk kapasitas produksinya sekitar 88.000 bungkus per hari di 28 titik yang tersebar di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Sementara, berdasarkan data dashboard Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per pukul 18.30, Senin (1/12/2025), jumlah korban meninggal dalam bencana banjir dan longsor Sumatera tercatat 604 orang. Kemudian, 464 orang dinyatakan masih hilang.


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *