Jakarta, propertyandthecity.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan segera meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan pada awal Oktober 2025.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa peluncuran KUR Perumahan ini akan menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya sektor perumahan mendapat porsi khusus dalam skema pembiayaan rakyat.
“Kami akan merencanakan KUR Perumahan, ini merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah adanya KUR untuk sektor perumahan, dan peresmian akan dihadiri oleh beliau (Presiden Prabowo Subianto),” kata Ara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Program ini menyiapkan dana sebesar Rp130 triliun. Dari total tersebut, Rp117 triliun dialokasikan untuk mendukung sisi suplai, mencakup pengembang, kontraktor, hingga toko bangunan, dengan bunga subsidi sebesar 5 persen.
Sementara Rp13 triliun lainnya ditujukan untuk sisi demand, yakni pelaku UMKM, homestay, dan usaha kreatif dengan plafon hingga Rp500 juta dan bunga 6 persen.
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, optimistis program ini akan berjalan optimal. Ia menyebut, jika target penyaluran Rp130 triliun dapat terserap pada 2025, maka plafon bisa ditingkatkan hingga Rp250 triliun pada tahun berikutnya.
“Kalau Rp130 triliun tahun ini terserap, insyaAllah akan kita tambah lagi tahun depan. Saya yakin bisa tambah lagi angkanya sampai Rp250 triliun,” katanya.
Bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan menjadi motor utama penyaluran KUR Perumahan. Rosan juga mengingatkan para pelaku usaha agar aktif memanfaatkan peluang tersebut.
Peluncuran KUR Perumahan ini diharapkan dapat mengatasi backlog perumahan yang masih mencapai 15 juta unit sekaligus memberi dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: AHY Serahkan Sertifikat Tanah Warga Bengkulu, Pastikan Perlindungan dari Mafia Tanah
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://propertyandthecity.com/pemerintah-luncurkan-kur-perumahan-pertama-di-indonesia-mulai-oktober-2025/






