Menhut Pilih Offline, Eks Menhut Podcast

Nasional19 Dilihat


RM.id  Rakyat Merdeka – Isu penggundulan hutan kembali mencuat usai terjadinya bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar) dan Suma tera Utara (Sumut). Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan eks Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Zulhas) ikut kebawa-bawa. Keduanya pun langsung memberikan penjelasan dengan cara berbeda. Raja Juli pilih offline, sementara Zulhas lewat podcast

Raja Juli meninjau lokasi bencana di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang, rompi hijau, sepatu boot kuning, serta topi rimba, politisi PSI itu, terlihat meninjau tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir. 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kiri) meninjau lokasi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Foto: Dok. Kemenhut)

Dia didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan bergabung dengan tim gabungan Polda Sumbar, Polda Riau, TNI, Basarnas, serta relawan yang telah melakukan pencarian sejak hari pertama bencana. 

Baca juga : Keluarga Besar BUMN Kirim Bantuan Tahap Awal Dan Lanjut Ke Aceh-Sumatera

“Kami atas nama pribadi maupun pemerintah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang kita hadapi bersama ini,” ujar Raja Juli di hadapan warga. 

Selain melihat langsung titik terdampak, Raja Juli mengunjungi posko pengungsian dan berbincang dengan korban yang masih kehilangan anggota keluarga. Ia juga meninjau distribusi bantuan yang disalurkan Kementerian Kehutanan bersama Polda Riau, berupa sembako, air, selimut, pakaian layak pakai, dan peralatan pendukung evakuasi. 

Menurut dia, sejumlah wilayah masih terisolasi dan membutuhkan alat berat untuk membuka akses. 

Baca juga : Waspada Pengaruh Buruk Digital, Tunggu Anak Siap

“Beberapa tempat masih banyak terisolir, kita data lagi, ada alat berat kita arahkan ke tempat yang terisolir tersebut,” katanya. 

READ  La Liga Terus Kampanyekan Gerakan Lawan Rasisme

Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah penanganan darurat, termasuk pencarian korban hilang, pemulihan akses, hingga rehabilitasi awal. Pemerintah juga menyiapkan dukungan psikososial, termasuk kehadiran tim psikolog untuk membantu pemulihan trauma warga setelah proses evakuasi tuntas. 

Mengenai kritik terhadap pengelolaan hutan, Raja Juli menyatakan terbuka terhadap evaluasi maupun investigasi. “Tapi sekali lagi, kita fokus dulu menyelesaikan apa yang dialami rakyat,” ujarnya. 

Baca juga : Soroti Banjir Dan Longsor Sumatera, Hanura Galang Bantuan Untuk Korban Bencana

Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kementrian Kehutanan (Kemenhut), Laksmi Wijayanti mengatakan, sejak Juli 2025 tidak pernah memberikan izin penebangan kayu di Tapanuli Selatan. Menurutnya, Menhut pada Juni 2025 memerintahkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait layanan sistem informasi penatausahaan hasil hutan (SIPUHH). 
 Selanjutnya 


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *