PropertyandTheCity, Jakarta- Hamparan sawahnya yang tenang, pantai eksklusif dengan keindahan mataharinya, kekayaan budaya yang lekat dengan kearifan lokal hingga iklim yang lebih sejuk, membuat Bali tetap ‘seksi’ bagi wisatawan.
Sejak tahun 1980-an, Bali telah merangkul pariwisata berskala besar, dengan zona khusus untuk resor yang didirikan di sebelah selatan bandara di Nusa Dua. Pantai Kuta tadinya menjadi titik fokus warga Australia, sebelum pembangunan menyebar lebih jauh ke utara di sepanjang pantai hingga Seminyak.
Penyebaran vila dan klub pantai kemudian berlanjut sampai ke wilayah Canggu, dengan kemacetan lalu lintas yang semakin padat. Kini, dengan bertambah banyaknya pembangunan di Canggu, tempat wisata juga semakin banyak dibangun di sepanjang pantai.

Sejak tahun 2021, seorang investor teknologi dan pendidikan asal Rusia telah mengubah 44 hektar lahan tepi pantai di Nyanyi, Desa Beraban, Tabanan, menjadi proyek inovatif yang dijuluki “kota kreatif”.
Proyek senilai Rp2,4 triliun bernama Nuanu tersebut mencakup pembangunan klub pantai, hotel, sekolah, peternakan alpaka, ruang kreatif, beach club juga vila, townhouse dan apartemen. Beberapa bangunan didesain unik, ada yang terbuat dari bambu, rumah pohon, hingga bangunan modern yang aksesnya terbuka ke alam dengan sederet fasilitas yang memanjakan wisatawan.
“Bali adalah tempat tinggal terbaik di dunia, kami memilihnya dan ingin membangun sesuatu yang istimewa di sini, kota untuk komunitas kreatif. Kami berkomitmen tinggi untuk membangun salah satu lokasi hunian terbaik, tidak hanya dalam hal real estat, tetapi juga dalam menciptakan komunitas yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan masa depan,” ujar CEO Nuanu, Lev Kroll saat buka puasa bersama sejumlah media di Jakarta, Selasa (19/3).
Lev Kroll mengatakan ia dan mitranya berencana untuk membangun hanya di 30 persen lahan, meskipun peraturan mengizinkan mereka untuk membangun hingga 60 persen dari lahan tersebut.
“Ini bukan seperti proyek pembangunan biasa. Kami juga ingin menambah jumlah anak-anak Bali yang bersekolah di sekolah yang kami buka di Nuanu,” imbuhnya.
Kendati pariwisata masih merupakan bisnis inti Pulau Bali, janji pembangunan dengan kepadatan rendah dijamin oleh pengembang Nuanu.
Lev Kroll meyakini, komitmen membangun mengikuti kaidah-kaidah alam pararel dengan massifnya pemasaran vila dan townhouse yang diluncurkan di dalam dan dekat kawasan Nuanu, menandakan bahwa Pantai Nyanyi dapat menjadi daerah tujuan wisata berikutnya di Bali.
“Kami menyadari ada tanggung jawab yang menyertai pembangunan proyek ambisius ini dan kami berdedikasi untuk mengembangkan infrastruktur yang memastikan kenyamanan hunian jangka panjang. Hingga saat ini, kami telah menginvestasikan lebih dari Rp2,4 triliun untuk mendukung visi proyek ini, termasuk lebih dari Rp 500 miliar khusus untuk infrastruktur,” sebutnya.
Rumah Kedua Turis
Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate, Reyni Wullur menambahkan, setiap properti di kawasan Nuanu, baik yang dikembangkan sebagai hunian, tempat berkreasi, maupun investasi, dirancang menjadi bagian dari ekosistem mandiri yang mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, mengelola sumber air dan sumber daya alam lain dengan sebaik-baiknya, mengelola dan mengurangi limbah, menciptakan lingkungan yang bebas dari pencemaran.

“Kami sebagai pemilik lahan menyediakan tanahnya dan bekerja sama dengan sejumlah developer untuk membangun. Tugas kami adalah memastikan the living ecosystem terbangun dengan baik karena banyak investor mancanegara beli properti di Bali bukan hanya untuk investasi tapi juga untuk second home (rumah kedua). Ekosistem itu penting, sebab itu kami membangun dulu jalur pejalan kakinya, penangkal petir, sumber air, lalu membangun sekolah, baru masuk ke real estat,” terang Reyni.
Hingga saat ini telah diluncurkan tujuh proyek real estat mencakup 3 proyek di dalam Nuanu dan 4 proyek di sekitarnya dengan total 247 unit. Diantaranya Nuanu Village, Ecoverse, The Collection Vol. 2, Origins, OXO The Residences, The Collection Vol. 3 dan Biom. Dikelola divisi Nuanu Real Estate, kawasan Nuanu ditargetkan akan merangkum 50 proyek aktif hingga akhir tahun 2025. “Untuk menjaga kualitasnya, produk properti yang ditawarkan very niche market, high end,” imbuhnya.
Menurut Lev Kroll, saat ini tren pemilik kapital baik investor maupun end user (beli untuk dipakai sendiri) memiliki preferensi khusus saat memutuskan membeli properti. Pertama, produknya harus high value investment. Kedua, lingkungan sekitarnya baik tetangga dan keamanan sekitar harus nyaman.
“Ketiga, tentu saja perizinannya harus clear. Terakhir tak kalah penting adalah terpenuhinya unsur green space dan infrastruktur yang memadai. Dari lahan kita seluas 44 hektar, 70 persennya untuk green space meskipun secara perizinan bisa bangun 60 persen. Semua ini kami lakukan untuk menjaga living ecosystems para buyers,” ucap Lev.
Dengan komitmen untuk menyisihkan 70 persen dari total lahannya sebagai ruang terbuka hijau, Nuanu menetapkan standar baru di Bali untuk kehidupan perkotaan yang sadar lingkungan. “Bahkan hanya kendaraan EV (electrict vehicle) yang boleh masuk ke kawasan Nuanu. Kami menyediakan EV bus dan scooter listrik untuk mobilitas penghuni dan pengunjung Nuanu City,” tambah Reyni.
Respon Pasar
The Collection Vol. 3 dan Biom adalah dua proyek hunian terbaru yang diperkenalkan pada Februari 2025 lalu. Properti tersebut ditawarkan dengan opsi hak milik dan hak sewa. Hingga saat ini, proyek yang ditawarkan Nuanu Real Estate telah menarik minat dari calon pembeli domestik dan internasional di lebih dari 10 negara.
The Collection Vol. 3 memasarkan lima unit hunian mewah berisi 4+1 kamar tidur seluas 497 m² dengan kolam renang pribadi di lahan seluas 750 m², seharga Rp22,8 miliar per unit. Serah terima unit ditargetkan pada kuartal akhir 2026. Sementara Biom memasarkan 68 unit townhouse dan vila dibanderol Rp2,3 miliar hingga Rp15,3 miliar per unit. Serah terima unit dijanjikan pada kuartal kedua tahun 2027.
“Khusus The Collection termasuk Vol. 3 merupakan proyek kolaborasi pertama dengan Art Privilege Fund by Nuanu, di mana calon pembeli tidak hanya memiliki hunian, tetapi juga kesempatan untuk menjadi kolektor seni,” terang Lev.
Nuanu juga memasarkan The Collection Vol. 2 mencakup 6 vila di atas lahan seluas 4,9 hektar. Luasnya mulai 490 m2. Salah satu proyek yang menyita perhatian pasar properti Indonesia adalah OXO The Residences, kompleks hunian dengan 40 unit vila (1,9 hektar) yang terjual habis hanya dalam satu hari. Pengembang menjanjikan serah terima unit pada kuartal tiga 2026.
Bersiap, Nuanu akan segera meluncurkan produk teranyar bertajuk OXO The Pavilions pada 8 Mei 2025 mendatang.

Artikel ini Disadur Dari Berita : https://propertyandthecity.com/kota-kreatif-nuanu-di-bali-rancang-bangun-properti-hijau-yang-fokus-pada-the-living-ecosystem/