Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (1–6 M)

Nasional14 Dilihat


Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA


Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka – Zaman ini biasa disebut sebagai zaman kegelapan atau kemunduran, karena otoritas kebenaran lebih ditentukan oleh kaisar yang berkolaborasi dengan gereja, yang sesungguhnya gereja itu lebih dipengaruhi oleh kekuatan Kaisar. Berbeda dengan zaman sebelumnya, otoritas kebenaran lebih ditentukan para pemikir dan ilmuan.

Baca juga : Peradaban Yunani Klasik (Abad ke-6 SM sampai Abad ke-1 M)

Para Kaisar selalu menunjukkan kekuatannya dalam menentukan kecenderungan masyarakat. Orang-orang tidak bebas melakukan penelitian akademik karena khawatir temuan-temuannya berbeda atau bertentangan dengan pendapat Kaisar-Gereja, bisa menjadi malapetaka bagi yang bersangkutan. Pernah ditemukan dalam sejarah, orang-orang seperti Galileo yang terpaksa harus menebus keberaniannya dengan mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan pendapat Kaisar-Gereja. Ia harus menjalani hukuman mati dan seluruh laboratoriumnya dibakar. Ia mengemukakan bukan matahari yang mengelilingi bumi tetapi sebaliknya bumi yang mengelilingi matahari.

Baca juga : Peradaban Dunia Pra Yunani

Peradaban masa transisi Yunani-Romawi biasa disebut Greco-Roman. Awalnya masih ada sedikit kebebasan untuk mengembangkan prestasi yang pernah dicapai sebelumnya di zaman kejayaan Yunani. Akan tetapi pada awal abad ke-3 SM kegiatan pengembangan filsafat, logika, astronomi, matematika, etika dan kedokteran mulai mengalami kemunduran. Hal itu disebabkan bukan hanya karena pudarnya semangat saintis dan filosof, tetapi munculnya pembatasan-pembatasan dari para penguasa yang kadang menggunakannya atas nama gereja. Pusat-pusat keilmuan seperti Alexandria, Antioch, Athena sudah mulai ditinggalkan.

Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 3)

Memang masih ada sejumlah tokoh keilmuan penting pada masa ini seperti Claudius Galen dalam ilmu kedokteran, Ptolemaios dalam bidang astronomi, dan Plotinus yang dikenal sebagai Neoplatonisme. Tetapi setelah itu sudah tidak ditemukan lagi ilmuan sekaliber itu. Tradisi keilmuan selanjutnya lebih banyak dipengaruhi oleh teologi, termasuk filsafat digunakan untuk memahami Tuhan.
 Selanjutnya 

READ  Aplikasinya Sering Error Dan Dikeluhkan Warga Pak Pram Permudah Dong Pembelian Pangan Subsidi


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *