Instruksi Presiden, Tito Turun ke Aceh Kawal Penanganan Banjir

Nasional16 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Tito menyerap aspirasi masyarakat, mendengarkan kebutuhan mendesak warga dan membahas langkah mitigasi agar bencana serupa dapat diminimalkan ke depannya.

“Saya diberi tugas oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendata berbagai kebutuhan korban banjir dan tanah longsor di Aceh. Saya juga dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara yang mengetahui saya berada di sini. Saya diminta menginformasikan apa saja yang diperlukan, misalnya tanggul,” kata Mendagri Tito saat berdialog dengan warga di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyoroti dampak bencana terhadap pasokan listrik. Pembangkit listrik yang memasok wilayah barat Aceh, termasuk Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen ikut terdampak. Sehingga sejumlah daerah mengalami pemadaman. Untuk sementara, suplai listrik ke Banda Aceh dialihkan dari Nagan Raya, tapi pelayanan PLN belum optimal.

Baca juga : InJourney Group Beri Bantuan, Bangun Posko & Kirim Personel Bantu Korban Banjir

Usai meninjau Pidie, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Pidie Jaya untuk memantau kondisi jembatan penghubung jalur Medan-Aceh di Simpang Empat Merdu yang terputus akibat longsor. Bahkan, menyebabkan lumpuhnya jalur transportasi utama.

“Selain rumah warga yang terendam hingga atap, terdapat infrastruktur vital yang rusak, termasuk jembatan penghubung jalur Medan-Aceh yang terputus akibat longsor. Kondisi ini mengganggu mobilitas transportasi dari Medan ke Aceh,” sambung Tito.

Tito berharap seluruh unsur pemerintahan dapat bergerak cepat melakukan pemulihan. Terutama memperbaiki prasarana dasar, memulihkan akses transportasi, serta memastikan kebutuhan logistik dan layanan kesehatan segera terpenuhi. Ia menegaskan gangguan transportasi yang terjadi sejak 25 November harus ditangani dengan koordinasi lintas sektor yang maksimal.

READ  Dubes RI Untuk Swedia Kamapradipta Isnomo Pamitan Kepada Raja Carl XVI Gustaf

Baca juga : Polri Kerahkan 87 Ribu Personel Bantu Penanganan Banjir Sumatera

Sebelumnya, setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Tito disambut Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sebelum bertolak menuju lokasi terdampak.

Pemerintah pusat dan daerah kini memperkuat koordinasi penanganan bencana. Bantuan logistik dari BNPB, pemerintah pusat, dan Pemerintah Provinsi Aceh mulai disalurkan sejak peringatan dini BMKG. Saat ini, distribusi bantuan diperluas melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI-Polri. Sebab, banyak wilayah belum dapat diakses melalui jalur darat. 

Bandara Malikussaleh dan Cut Nyak Dhien juga turut dimanfaatkan sebagai pusat distribusi udara. Aementara posko bencana mendapatkan dukungan konektivitas melalui Starlink.

Baca juga : Segera Perbaiki, Jangan Nunggu Jebol Dan Banjir

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengutamakan keselamatan, dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan selama masa tanggap darurat.

Aceh merupakan salah satu dari tiga provinsi di Sumatera yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir dan longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), per 28 November 2025 sebanyak 17 kabupaten/kota terdampak dengan lebih dari 10.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi. 


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *