Dunia Memasuki Next World Order

Nasional4 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal membuka penyelenggaraan Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (29/11/2025). Konferensi internasional ini mengangkat tema “Preparing for the Next World Order: Indonesia, the Global South, and the West”.

Di hadapan ribuan peserta, Dino mengatakan bahwa dunia sedang memasuki next world order (tatanan dunia berikutnya), bukan new world order (tatanan dunia baru). Ia menekankan bahwa Indonesia harus peduli terhadap perubahan global, karena sejarah bangsa selalu dipengaruhi oleh pergeseran tatanan dunia.

Baca juga : BCA Data Conference 2025 Dorong Pemanfaatan AI Dalam Dunia Bisnis

“Indonesia lahir bersamaan dengan dunia baru itu. Dan Pancasila juga lahir bersama dunia baru itu. Namun berbeda dengan tatanan dunia 1945, tatanan dunia berikutnya tidak akan datang dengan satu dentuman besar,” kata Dino dalam pemaparannya.

Menurutnya, tatanan dunia berikutnya akan hadir melalui perubahan yang bergerak lambat, melibatkan para pemain baru, ide-ide berbeda, sumber daya lebih besar, serta ambisi yang terus berkembang.

Baca juga : Dubes Belanda Marc Gerritsen Doakan Timnas Indonesia Unjuk Gigi Di Piala Dunia

Dino menolak menyebut perubahan-perubahan tersebut sebagai new world order, karena sebagian bukan merupakan penggantian total dari tatanan lama. Namun, perubahan yang terjadi tetap harus diantisipasi karena masing-masing pihak akan membawa interpretasi mereka sendiri terhadap norma internasional.

Dalam konteks itu, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut mendorong Indonesia untuk berperan sebagai arsitek tatanan dunia berikutnya, mengingat tradisi diplomasi Indonesia yang selalu visioner.

Baca juga : Cobra Dental Indonesia Soroti Pentingnya Digitalisasi Dunia Kedokteran Gigi

READ  Unika Atma Jaya Gandeng SPIL Perkuat Inovasi Bidang Logistik

Hal itu terbukti melalui peran Indonesia dalam pendirian Gerakan Non-Blok pada 1961, terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika (KAA), pembentukan ASEAN, serta kontribusi pada lahirnya hukum laut internasional UNCLOS.

“Sejarah diplomasi Indonesia selalu tentang menjadi pelopor dalam dunia yang berubah. Itu identitas kita. Ini bukan hanya tentang kepentingan Indonesia, tetapi bagaimana kita memperbaiki kawasan dan dunia,” ujarnya.
 Selanjutnya 


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *