Atdikbud KBRI Manila Perkuat Kolaborasi Pendidikan-Budaya dengan STIE Mahardhika

Nasional20 Dilihat



RM.id  Rakyat Merdeka – Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, Prof. Nina Yulianti, PhD, melakukan kunjungan resmi ke STIE Mahardhika sebagai bagian dari evaluasi dan monitoring kemajuan kerja sama dengan mitra pendidikan di Filipina, termasuk University of the East (UE).

Kunjungan ini bertujuan memperdalam implementasi program akademik, penelitian bersama, serta kolaborasi budaya antara Indonesia dan Filipina.

Dalam pertemuan tersebut, Atdikbud juga mendorong STIE Mahardhika untuk membuka peluang bagi alumni Sekolah Indonesia Davao, yang merupakan komunitas keturunan Indonesia di Filipina Selatan, agar dapat melanjutkan pendidikan tinggi di Surabaya.

Ketua STIE Mahardhika, Dr. Ir. H. Sundjoto, M.M., menyampaikan bahwa kampus yang berdiri sejak 1981 di Surabaya ini telah berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi ekonomi terkemuka di Jawa Timur.

STIE Mahardhika menawarkan program sarjana (S1) di bidang Akuntansi, Manajemen, Kewirausahaan, dan Bisnis Digital, program pascasarjana (S2 – Magister Manajemen), serta telah mendapat persetujuan Kemendiktisaintek untuk membuka program doktoral.

Dalam kesempatan ini, Ketua STIE Mahardhika juga didampingi oleh dua Guru Besar yang turut menjadi dosen program doktoral tersebut.

Baca juga : CoP Kemnaker-JICA Kolaborasi Perkuat Inovasi Pengantar Kerja

Prof. Nina Yulianti berharap, kerja sama ini semakin mempererat hubungan akademik dan kemanusiaan antara Indonesia dan Filipina.

“Serta memberi peluang nyata bagi generasi muda Indonesia di luar negeri untuk mengakses pendidikan tinggi di tanah air,” tuturnya.

Sebagai bagian dari diplomasi budaya, STIE Mahardhika juga merencanakan penyelenggaraan acara seni di Filipina pada tahun 2026.

Program ini akan menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat dosen STIE Mahardhika sekaligus memperkuat ikatan budaya serta memberi dampak sosial bagi masyarakat mitra.

READ  SIM Keliling Bogor Jumat 28 Maret Hadir Di Plaza Jambu 2

Dalam rangka memperluas wawasan kerja sama, Atdikbud KBRI Manila turut menggali informasi mengenai perkembangan program pendidikan antara STIE Mahardhika dan mitra Filipina, termasuk peluang kolaborasi akademik, penelitian, mobilitas mahasiswa maupun dosen, serta diplomasi budaya.

Atdikbud juga menyampaikan harapan agar STIE Mahardhika bersedia menerima alumni Sekolah Indonesia Davao maupun warga Filipina sebagai bagian dari rencana kemitraan jangka panjang.

Baca juga : Kapolri Pesan, Tingkatkan Pelayanan Untuk Masyarakat

Kerja sama ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pertukaran pelajar, penelitian kolaboratif, dan program lintas negara, sekaligus memperkuat keberlanjutan pendidikan bagi komunitas Indonesia di Filipina.

STIE Mahardhika didirikan pada 1981 di Surabaya dan berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi ekonomi swasta terkemuka di Jawa Timur.

Kampus ini dikenal dengan pendekatan pembelajaran aplikatif, penekanan pada jiwa kewirausahaan, serta kesiapan kerja nyata bagi lulusannya.

Program yang tersedia meliputi: Sarjana (S1): Akuntansi, Manajemen, Kewirausahaan, dan Bisnis Digital Pascasarjana (S2): Magister Manajemen Persiapan pembukaan Program Doktoral.

Pertemuan antara Atdikbud KBRI Manila dan pimpinan STIE Mahardhika membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya, evaluasi capaian kerja sama yang telah berjalan serta peluang pengembangan kemitraan baru antara Indonesia dan Filipina.

Rencana program akademik bersama, seperti pertukaran dosen/mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan kegiatan akademik lintas negara lainnya.

Baca juga : TBIG Hadirkan Model Kolaborasi Pendidikan–Industri yang Lebih Terstruktur

Inisiatif diplomasi budaya melalui penyelenggaraan acara seni STIE Mahardhika di Filipina pada 2026 sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia dan pengabdian masyarakat dosen.

Ketua Yayasan Madika, Ibu Ade, menyampaikan, kunjungan ini menunjukkan komitmen nyata untuk memperkuat hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Filipina.

“Kami berupaya mewujudkan kerja sama yang konkret dan bermanfaat bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

READ  YBM PLN UIP JBB Bantu Pelunasan Biaya Pendidikan Siswa Dhuafa Di Depok

Pada kesempatan ini, dia didampingi oleh dua Guru Besar dari STIE Mahardhika. Dengan dukungan diplomatik KBRI dan semangat kolaborasi dari STIE Mahardhika, inisiatif ini diharapkan dapat memperluas peluang dalam bidang pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, dan promosi budaya Indonesia di Filipina.

Agenda 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat diplomasi pendidikan dan budaya antarnegara, sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi komunitas diaspora Indonesia di Filipina.


Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News


Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram “Rakyat Merdeka News Update”, caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *