PropertyandTheCity.com, Jakarta – Perusahaan developer properti perlu untuk menjamin standar dan mutu sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku serta menerapkan kaidah teknik rancang bangun yang baik. Selain itu juga perlu untuk menjamin keselamatan dan Kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup dan mentaati ketentuan peraturan yang berlaku di industri properti.
Sebab itu, sejak tahun 2015 melalui momen penganugerahan Health, Safety & Environment (HSE) Awards, PT Ciputra Residence (Grup Ciputra) konsisten memberi perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan kerja serta lingkungan (K3L) di seluruh proyek yang dikembangkan.
Baca Juga: Soal Kualitas Konstruksi, Ciputra Residence Tak Ada Kompromi
Tahun ini menjadi tahun ke-10 penyelenggaraan HSE Awards oleh Ciputra Residence kepada mitra kontraktor, sub kontraktor dan karyawan Ciputra Residence yang memenuhi sistem K3L dengan baik, yang dihelat pada Kamis (27/11) di Ciputra Artpreneur Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan.
“Penerapan budaya HSE tentu dapat meningkatkan produktifitas dan daya saing perusahaan. Karena itu kami di Ciputra Residence menilainya sangat penting dan memberikan penghargaan kepada para mitra kontraktor yang sudah menerapkannya dengan baik saat mengerjakan proyek,” tutur Managing Director Grup Ciputra Budiarsa Sastrawinata, dalam konferensi pers pemberian HSE Awards 2025 versi Grup Ciputra, Kamis (27/11).

Upaya perusahaan untuk meningkatkan aspek HSE tersebut terwujud melalui tema HSE Awards 2025, “ACelebrating a Decade of HSE Excellence in Ciputra Residence”. Sebanyak 107 penghargaan diberikan kepada 85 kontraktor dan subkontraktor yang mengerjakan 14 proyek landed house (rumah tapak) Ciputra Residence menerima apresiasi yang terbagi dalam 6 kategori penghargaan.
Baca Juga: Ciputra Rampungkan Konstruksi Fase Pertama Gedung Kampus Universitas Ciputra Jakarta
Direktur PT Ciputra Residence, Lalitya Ciputra Sastrawinata, menyamoaikan, khusus kategori “Contractors with Zero Accident” grafiknya terus membaik. Artinya, penerapan budaya K3L dalam setiap pekerjaan proyek-proyek Ciputra Residence menjadi urgensi bagi seluruh kontraktor sebagai mitra kerja.
“Tahun 2017 tingkat zero accident mencapai 41 persen, pada tahun 2024 angkanya melonjak cukup tinggi menjadi 91 persen. Kami mencatat kasus kecelakaan kerja turun dari 37 kasus di 2017 menjadi 10 kasus di 2023, dan jumlahnya menurun sebanyak 9 kasus pada tahun 2024. Secara ringkas perkembangannya luar biasa, dimana tahun 2015 tingkat zero accident masih 50 persen, tahun 2025 sudah mencapai 95 persen dengan jumlah 4 kecelakaan minor di 3 proyek,” papar Lalitya Ciputra.
Lima kategori penghargaan lainnya antara lain, Best Implementation Health, Safety & Environment Officer Contractors, Best Implementation Health, Safety & Environment Contractors, Best Contractors with Working at Height Safety, Projects With Zero Accident dan Health, Safety & Environment Improvement Project.
Lalitya menyebut, Ciputra Residence mengalokasikan 1-1,5 persen dari total biaya operasional untuk HSE, tergantung seberapa besar nilai proyeknya.
Soal Kepercayaan Konsumen
Direktur Grup Ciputra, Agussurja Widjaja menambahkan, meminimalisir kecelakaan kerja sangat penting karena selain menjamin kualitas produk dan prosedur yang diterapkan kontraktor berjalan baik dan tepat waktu, juga menjadi bagian dari prinsip pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) lewat realisasi HSE atau K3L.
“SDGs merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai lima tahun setelah proyek terbangun justru malah berantakan. Maka itu, HSE adalah bagian dari sustainable development goals itu, sebab bila HSE terlaksana dengan baik, kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, boaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari, sehingga tercipya suasana kerja yang aman, nyaman dan sehat, akibtnya produktivitas turut meningkat,” ucapnya.
Menurutnya, penerapan budaya HSE yang ketat tak hanya mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, melainkan juga turut meningkatkan kualitas produk-produk properti yang dipasarkan oleh Ciputra Residence.
“Tak hanya bicara cost efficency, tapi dengan adanya budaya HSE maka kualitas produk kami jadi bertambah baik, sehingga segmen pasarnya juga menigkat. Pun volume penjualannya akan naik, sehingga secara umum profitnya pasti juga akan bertambah. Jadi tidak semata-mata direct cost saja, tetapi pertumbuhan profit kami akan lebih sustain,” ungkap Agus.
Penerapan HSE secara ketat ini juga berdampak pada proses pembangunan beragam produk properti milik Ciputra juga, khususnya rumah tapak (landed houses) yang berkualitas. “Image itu pasti ada sehingga konsumen yakin terhadap produk kami. Membeli rumah bukan keputusan mudah seperti membeli smartphone tetapi mereka mempertimbangkan reputasi developernya juga,” tutup Agus.
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://propertyandthecity.com/10-tahun-gelar-hse-awards-ciputra-residence-pastikan-mutu-proyek-propertinya-makin-bagus/






